Anak Muda Secara Tragis Ditelan Buaya 26 Kaki

Dipublikasikan oleh : Keluaran Sidney

Anak Muda Secara Tragis Ditelan Utuh oleh 26 Kaki Buaya Kredit: Pixabay

Seorang anak laki-laki secara tragis ditelan oleh buaya setinggi 26 kaki setelah bertemu dengannya ketika dia berenang di sungai dalam perjalanan keluarga.

Anak laki-laki itu baru berusia delapan tahun ketika dia dibunuh secara mengerikan setelah ditelan buaya utuh. Pada saat kejadian dia sedang berenang di sungai bersama adik laki-lakinya.

Menurut petugas SAR, buaya itu dengan cepat dikejar oleh ayah bocah itu yang dilaporkan telah meninju buaya menggunakan tangan kosong saat dia berjuang mati-matian untuk menyelamatkan anaknya.

Sayangnya, baru keesokan harinya buaya itu ditangkap dan tubuh bocah itu ditemukan. Serangan itu terjadi di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, dan sungai itu diketahui mengandung buaya.

Menurut Australian Associated Press, penduduk setempat berhasil menangkap buaya tersebut pada 4 Maret. Penduduk setempat kemudian mulai mengiris buaya besar itu dengan harapan dapat menemukan tubuh bocah itu sehingga dapat dikembalikan ke keluarga.

Seorang petugas SAR menjelaskan bahwa keluarga tersebut “sering pergi ke sungai untuk mandi dan mengambil air untuk memasak”.

Menurut Reuters, pada tahun 2018 penduduk desa setempat di Indonesia melakukan pembalasan terhadap buaya penangkaran yang dikurung di peternakan penangkaran setelah seekor buaya membunuh seorang pria yang memasuki peternakan penangkaran. Kabarnya penduduk desa membantai hampir 300 ekor buaya atas kematian pria tersebut.


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel berita ini “Bocah Secara Tragis Ditelan Buaya 26 Kaki Secara Utuh“. Untuk berita harian UK lainnya, berita harian Spanyol dan berita Global, kunjungi beranda Euro Weekly News.


Artikel sebelumnyaPendakian Puncak Bukit Menyebabkan Pembunuhan Brutal oleh Pembunuh gila

Alex Glenn

Alex Glenn adalah reporter untuk surat kabar berbahasa Inggris terbesar di Spanyol, Euro Weekly News. Sebelumnya dia bekerja di NHS selama 15 tahun hingga pindah ke Spanyol pada 2018. Dia menyukai gaya hidup, bahasa dan budaya Spanyol dan menghabiskan beberapa tahun belajar bahasa Spanyol sebelum pindah ke Spanyol untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dia telah membuat rumahnya di pegunungan di Almeria, di mana dia senang menjadi bagian dari komunitas pedesaan yang memiliki campuran ekspatriat dan penduduk Spanyol. Di waktu luangnya, dia menikmati hiking, membaca, dan menjelajahi daerah tempat tinggalnya.