DJ meninggal karena luka tembak di leher di pesta ilegal di Marbella

Dipublikasikan oleh : Keluaran Sidney

KREDIT: Pixabay

SEORANG PRIA, 40, yang bekerja sebagai DJ di sebuah pesta ilegal di Marbella, meninggal pada Minggu malam, 28 Maret, setelah lehernya terkena peluru nyasar.

Dia diyakini telah memainkan musik di sebuah pesta yang diadakan di sebuah vila mewah di Urbanisasi Baja Guadalmina ketika dia terkena peluru.

Dia ditemukan beberapa saat kemudian oleh Polisi Nasional di vila tetapi para pengunjung pesta tidak terlihat.

Menurut harian nasional Spanyol ABC, ada tiga tembakan terdengar sementara sejumlah orang yang tidak diketahui menari dan berpesta, salah satunya mengenai DJ.

Mereka juga melaporkan bahwa tampaknya tembakan dilepaskan di ruangan lain setelah terjadi pertengkaran dan salah satu peluru menembus dinding.

Tim forensik sedang memeriksa tempat kejadian perkara.

Waktu pasti di mana penembakan itu terjadi tidak diketahui, meskipun Kepolisian Nasional mengetahui peristiwa tersebut sekitar tengah malam Minggu hingga Senin setelah penelepon anonim melaporkan mendengar sesuatu tentang kematian di sebuah pesta dan memberi mereka kemungkinan lokasi.

Polisi tiba tak lama setelah itu dan tidak menemukan siapa pun di sana, tetapi ada bukti pesta telah diadakan dan mereka menemukan tubuh pria itu, memanggilnya ke kantor polisi sekitar jam 1 pagi, menurut ABC. Tubuh pria itu dipindahkan sekitar pukul 3 pagi menurut warga di daerah yang melaporkan melihat polisi, ambulans dan petugas koroner di daerah tersebut.

Sejauh ini, belum ada yang ditangkap dan polisi sedang mencari saksi peristiwa tersebut.

Kerahasiaan telah diberlakukan atas kasus ini saat penyelidikan dilakukan.


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel berita “DJ Meninggal Karena Luka Peluru di Leher di Pesta Ilegal di Marbella”. Untuk berita harian Inggris lainnya, berita harian Spanyol dan berita Global, kunjungi halaman utama Berita Mingguan Euro.