Penyelam Memulihkan Kotak Hitam Kedua Dari Kecelakaan Udara Fatal di Indonesia bulan Januari

Dipublikasikan oleh : Keluaran Sidney

Penyelam Memulihkan Kotak Hitam Kedua Dari Kecelakaan Udara Fatal di Indonesia bulan Januari. gambar: media JKT

Penyelam Memulihkan Kotak Hitam Kedua Dari Kecelakaan Udara Fatal di Indonesia bulan Januari.

Tim pencari Indonesia telah mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kotak hitam kedua dari pesawat perusahaan Sriwijaya Air, yang jatuh ke Laut Jawa dengan 62 orang di dalamnya tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada 9 Januari.

Ketua Komite Keamanan Transportasi Nasional Soerjanto Tjahjono menjelaskan dalam jumpa pers hari ini, Rabu, 31 Maret 2018, perekam suara kabin ditemukan sedalam satu meter pada Selasa malam. Pihak berwenang mengharapkan bahwa proses membaca data, menyalin dan membandingkan informasi dengan yang diperoleh dari perekam penerbangan (kotak hitam lainnya) akan memakan waktu antara tiga hari dan satu minggu.

Rekaman dari kotak kedua terbukti sangat penting untuk memahami apa yang menyebabkan hilangnya kendali setelah lepas landas. Sementara kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh menjelajahi dasar laut, kapal angkatan laut dengan sonar mencari dari permukaan.

Setelah kotak hitam diambil, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berharap bisa membaca informasi dalam tiga hari. Sekitar 160 penyelam adalah bagian dari 3.600 personel yang terlibat dalam operasi pencarian besar-besaran.

“Mereka harus melewati sampah dan puing-puing lainnya [on the seafloor] dan lumpur serta jarak pandang juga menjadi tantangan, ”Yusuf Latif, juru bicara Badan SAR Basarnas, mengatakan pada hari Selasa.

Para pencari, dibantu oleh 13 helikopter, 54 kapal besar, dan 20 kapal kecil, menemukan bagian-bagian pesawat segera setelah kecelakaan pada Januari dan mengirimkan sejumlah kantong mayat berisi jenazah ke ahli identifikasi polisi.

Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Indonesia Gugat Boeing

Firma Hukum Wisner, yang mewakili keluarga tiga korban penerbangan Sriwijaya SJ-182 yang jatuh ke laut hanya beberapa menit lepas landas dari bandara utama Jakarta, telah mengkonfirmasi bahwa salah satu keluarga telah memutuskan untuk mengambil tindakan hukum terhadap Boeing, dengan alasan bahwa pesawat 737-500 “rusak dan sangat berbahaya.


Terima kasih telah meluangkan waktu membaca artikel berita ini “Penyelam Pulihkan Black Box Kedua Dari Kecelakaan Udara Fatal Indonesia Januari”. Untuk berita harian Inggris lainnya, berita harian Spanyol dan berita Global, kunjungi Halaman beranda Euro Weekly News.